BMKG Tetapkan Perairan Maluku Tidak Aman Bagi Perahu

BMKG Tetapkan Perairan Maluku Tidak Aman Bagi Perahu

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Ternate (BMKG) mengatakan bahwa gelombang tinggi di perairan Maluku Utara telah membuat statusnya menjadi tidak aman untuk kapal penumpang kecil dalam berlayar.

“Warga disarankan untuk ekstra hati-hati saat berlayar melalui wilayah tersebut,” kata seorang ahli meteorologi BMKG Ternate, Aryo.

Menurut pengamatan BMKG, ketinggian gelombang di perairan Maluku Utara rata-rata sekitar 2-3 meter. Gelombang tinggi sangat lazim di sekitar bagian utara Halmahera, dan sekitar Kepulauan Sula.

Daerah lain, termasuk Ternate, Tidore dan bagian selatan Halmahera, dianggap relatif aman oleh BMKG, seperti air di daerah itu tidak terpengaruh oleh angin selatan di wilayah tersebut.

“Ada sejumlah tempat di mana gelombang yang cukup signifikan, sehingga masyarakat masih harus tetap berhati-hati,” kata Aryo.

Pencarian korban yang hilang ketika longboat yang tenggelam di Sanana, Kepulauan Sula Kabupaten, dilanjutkan pada hari Senin kemarin. Polisi setempat telah menugaskan lebih banyak personil SAR untuk membantu dalam pencarian dan penyelamatan para korban.

Pada hari Minggu, sebuah longboat perjalanan dari Mangoli Falabisahaya Island ke Sanana Pulau terbalik setelah ditabrak oleh gelombang tiga meter. Tujuh orang masih hilang dan 14 orang tewas dalam insiden itu.

Aryo menegaskan bahwa insiden itu murni disebabkan oleh kondisi cuaca buruk, seperti longboat itu ditemukan dalam keadaan baik-baik saja sebelum kapal tersebut tenggelam, juga bukan dipenuhi dengan kargo.

“Kapal memiliki panjang 15 meter, dapat membawa antara 2 sampai 3 ton kargo,” kata Aryo.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: