Lisensi Ekspor Newmont Menunggu Rekomendasi Pemerintah

Lisensi Ekspor Newmont Menunggu Rekomendasi Pemerintah

HarianDepok.com – Bisnis , Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi mengatakan bahwa Departemen Perdagangan belum berkonsentrasi dalam masalah lisensi ekspor ke Newmont Nusa Tenggara karena perusahaan tambang belum menerima rekomendasi ekspor dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Kami akan menunggu rekomendasi dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral,” kata Luthfi.

Dia mengatakan bahwa meskipun nota kesepahaman antara Newmont dan Energi dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral telah ditandatangani sejak 3 September, masih ada persyaratan yang tercantum dalam MoU yang belum terpenuhi.

Persyaratan mungkin terkait dengan konstruksi dan dampak lingkungan.

Luthfi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mempersulit proses perizinan selama semua persyaratan telah dipenuhi.

“Freeport memenuhi persyaratan di masa lalu dan kami segera akan menerbitkan lisensi, kami hanya tinggal menunggu persetujuan,” katanya.

Juru bicara Newmont Nusa Tenggara Ruby Purnomo berharap pemerintah akan memberikan rekomendasi segera.

“Kami ingin kembali pada operasi dan memanggil ribuan karyawan dan kontraktor Newmont untuk kembali bekerja secara normal,” katanya. Minggu 14 September 2014.

  1. Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, diduga bahwa adanya penentuan yang belum selesai dari kuota ekspor mungkin menjadi penyebab keterlambatan.

Kuota ekspor Newmont harus dihitung berdasarkan kemampuan smelter Freeport Indonesia karena Newmont masih menggunakan bijih pabrik penyulingan Freeport untuk memproses produk pertambangan.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: