Melihat Semrawutnya Lalu Lintas di Jalan Margonda Depok

Melihat Semrawutnya Lalu Lintas di Jalan Margonda Depok

HarianDepok.com – Berita , Jalan Margonda merupakan salah satu jalan terpenting di Kota Depok yang juga butuh perhatian khusus oleh pemkot Depok. Bukan hanya karena lalu lintasnya yang kacau, tapi juga para pejalan kakinya, berikut fasilitas penyebarangan orang yang tak tertata.

Saat ini, ada tiga jembatan di Margonda, tepat di depan pusat perbelanjaan Margo City, terminal Depok, dan depan Balaikota Depok. Masalah muncul ketika orang lebih memilih menyeberang jalan secara langsung, dan bukan melalui tempat-tempat yang disediakan.

Pemandangan tersebut sering terlihat di jalan sekitar jembatan terminal dan Balai Kota Depok.

“Lama, capek juga naik tangga,” kata Rahmi di depan ITC Depok ketika mencoba untuk menyeberang jalan secara langsung, Senin (15/9).

Rahmi mengaku tidak takut mobil ngebut di jalan. “Hanya hati-hati, insya Allah enggak akan tabrakan. Jika nyebarang tuh ya jangan ragu-ragu.” Kata wanita setengah baya ini.

Sebenarnya Pemerintah Kota Depok telah memagari taman median jalan dengan menggunakan tiga potong besi kawat yang diatur sedemikian rupa sehingga para pejalan kaki sulit untuk melewatinya. Pemerintah setempat juga telah menyediakan penghalang di jalan yang tak bermedian.

Namun, itu tampaknya tidak menghalangi pejalan kaki untuk menyeberang secara langsung. Sementara itu, hal-hal terlihat berbeda di Jalan Margonda depan Universitas Gunadarma.

Pejalan kaki yang sebagian besar adalah mahasiswa mengeluh tentang kurangnya JPO di sana. Pada jam-jam dan kembali ke kampus, melihat banyak pejalan kaki berturut-turut menyeberang jalan.

Ada zebra cross disana, tapi itu tampaknya tidak banyak membantu.

“Harusnya para pengemudi saat melihat Zebra Cross kendaraannya dipelankan, bukan malah dipercepat,” kata Dita, seorang mahasiswa di Universitas Indonesia.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)