Pemerintah Konfirmasi Insiden Kecelakaan di Freeport

Pemerintah Konfirmasi Insiden Kecelakaan di Freeport

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Analis energi Kurtubi mengatakan, pemerintah harus mengevaluasi kontrak pertambangan Freeport setelah insiden longsor terjadi di daerah Freeport. Evaluasi kontrak, Kurtubi mengatakan, harus dimulai sejak pemerintah tidak memiliki kontrol atau kekuasaan atas perusahaan pertambangan.

“Dalam kontrak pertambangan, pemerintah menyerahkan 100 persen dari operasi penambangan untuk perusahaan pertambangan,” kata Kurtubi, Minggu (14/9).

Kurtubi menambahkan, pemerintah harus menetapkan peraturan bagi perusahaan tambang untuk memenuhi kriteria tertentu sebelum melakukan kegiatan mereka. Kurtubi meragukan bahwa analisis dampak lingkungan Freeport telah memenuhi persyaratan.

Kejadian longsor terjadi pada Jumat 12 September, 2014 di wilayah barat Muck Bay bawah tanah pertambangan, Grasberg Block Cave (GBC), PT Freeport Indonesia. Longsor mengubur bagian dari kendaraan bor jumbo yang dioperasikan oleh dua karyawan.

Juru bicara Freeport Daisy Primayanti mengatakan dalam siaran pers bahwa bahwa bahan-bahan berupa batu dan tanah jatuh selama kegiatan. Salah satu karyawan masih sedang dievakuasi.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Saleh Abdurahman menegaskan bahwa kejadian tersebut datang tidak diduga.

“Ada kegagalan pada tanah, atau runtuhnya bahan dalam bentuk batu dan tanah, ketika kegiatan menggali sedang dilakukan. Kejadian tersebut memang tak terduga,” katanya melalui pesan singkat pada.

Tak lama setelah peristiwa itu terjadi, PT Freeport segera mengerahkan tim tanggap darurat (Emergency Response Group) untuk melakukan penyelamatan dan upaya evakuasi.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok