Papua Punya Lukisan Yang Tersimpan Di Banyak Museum Eropa

Papua Punya Lukisan Yang Tersimpan Di Banyak Museum Eropa

HarianDepok.com – Entertaiment , Lukisan kulit pohon adalah salah satu souvenir yang paling dicari di Kabupaten Jayapura. Lukisan ini berisi motif tradisional yang tergores pada kulit pohon. Para penduduk lokal menyebutnya pohon ‘Khobouw’.

Lukisan yang sangat mempesona ini dibuat di desa Asei Besar, Kabupaten Jayapura, Papua, dengan dibandorl harga mulai dari Rp. 50.000 hingga jutaan rupiah, tergantung pada ukuran dan motif, serta lama pengerjaan.

“Tradisi melukis pada kulit kayu pohon dimulai pada abad ke-17. Hal ini pernah terlupakan dalam gelombang waktu, “kata seorang pelukis di Asei Besar, Corry Ohee.

Namun, pada tahun 1975, antropolog Arnold Ap dan Danielo Constantino Ayamiseba menghidupkan kembali tradisi, yang hidup sampai sekarang.

“Kemudian tradisi ini dimulai kembali pada tahun 1975. Antropolog Arnold Ap dan Danielo-lah dua orang yang sangat peka dalam hal ini. Mereka mengajak kami untuk menumbuhkan tradisi yang sebenarnya sudah cukup la,a ditinggalkan,” sambungnya.

Corry menambahkan bahwa beberapa lukisan kulit kayu tersimpan rapi di beberapa Museum Eropa. Ahli budaya Eropa Profesor Jac Hoogerbruge telah mengumpulkan gambar dari lukisan dan membuat sebuah buku lukisan kulit kayu.

Lukisan-lukisan kulit kayu biasanya memiliki motif sumber daya alam, muatan lokal, dan lingkungan. “Setiap lukisan membawa arti keberlanjutan,” katanya.

Apapun, Corry mengatakan bahwa motif yang paling umum adalah motif Yoniki, lencana Raja di Sentani.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: