Penyebab RSUD Depok Seperti Tempat Pembagian Sembako

Sebab RSUD Depok Seperti Tempat Pembagian Sembako

HarianDepok.com – Berita , RSUD Kota Depok, kini telah membatasi jumlah pasien, baik itu yang merupakan pemegang Kartu Jaminan Sosial, BPJS Kesehatan dan umum. Karena keterbatasan ini, pasien bersedia antre, bahkan di halaman rumah sakit. Hal ini dituturkan Encep HM, penjaga rumah sakit yang mengelola nomor antrian.

Menurut Encep, pasien mulai berdatangan pukul 22.00 WIB, dan bahkan ada yang datang pukul 19.00 WIB.

“Saya sebagai seorang petugas sebenarnya tak tega melihat orang-orang yang berbaris seperti itu, terutama ketika ada yang datang saat kuota telah habis. Lihat mereka pulang balik itu rasanya tersentuh juga, tapi yam au bagaimana lagi, SDM kami memang sangat terbatas sekali,” kata Encep, Kamis (11/9).

Encep mengatakan bahwa RSUD Depok tidak bisa menerima semua pasien yang datang karena keterbatasan tenaga kesehatan mereka, khususnya dokter. Jika ada tambahan kuota, dokter harus diberitahu sebelumnya, seperti penambahan dua pasien pada operasi kuota poli hari ini.

“Idealnya kan satu dokter menangani 30 pasien setiap harinya,” kata Guntur, rekan Encep di pintu depan rumah sakit. Untuk poli, rumah sakit menetapkan jumlah maksimum 100 pasien setiap harinya.

Poli di dalam memiliki dua dokter. Sementara itu, poli yang hanya memiliki satu dokter yaitu poli bedah, paru-paru dan saraf, kuota pasien 30 orang.

Melalu system antrean “Siapa Cepat Ia Dapat” itu, Encep tak bisa membantu saudaranya yang juga akan berobat ke RSUD Depok.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)