Pemkot Depok Tak Mau Tiru Jakarta Untuk Atasi Parkir Liar

Pemkot Depok Tak Mau Tiru Jakarta

HarianDepok.com – Berita – Margonda , Keadaan jalan Margonda Raya, Depok, kian kacau dan tak teratur. Tidak tersedianya tempat parkir bagi pengendara menyebabkan orang-orang memarkir kendaraan mereka di jalan. Mobil dan sepeda motor yang diparkir memakai satu jalur jalan. Petugas sering melakukan serangan dan tindakan untuk efek jera. Dari penilangan, pencabutan pentil ban, sampai menggembok. Namun, banyak kendaraan yang masih  diparkir secara acak.

Kepala Departemen Lalu Lintas Depok Gandara Budiana mengakui masalah parkir liar ini masih menjadi beban pemerintah. Meskipun demikian, pihaknya tidak ingin meniru cara di Jakarta yang membuat sanksi kebijakan Rp 500 ribu untuk pemilik mobil.

“Tidak harus sama dengan Jakarta. Jangan meniru-meniru Jakarta. Jakarta, ya, Jakarta saja. Depok, ya, Depok,” kata Gandara, kepada Tempo, Selasa (9/10).

Gandara mengatakan bahwa yang terpenting Depok harus terus menegakkan aturan bersama sebagai wajah stakeholder. Problem kesadaran untuk tidak melanggar aturan. Meski tahu ada aturan, banyak orang terus melanggar.

“Ternyata tak bisa hanya upaya untuk meningkatkan penyadaran, jadi ya ada raia, digembok, dan lain-lain”  katanya. Gandara mengaku kunci dan ban deflasi akan terus menjadi cara terbaik.

Menurut Gandara, soal kebijakan tempat bisnis yang harus mundur sebanyak 10 meter di Margonda masih dilakukan oleh Departemen Perencanaan dan Perumahan.

“Jika itu dilakukan, ada banyak parkir,” katanya. Gandara mengklaim bahwa ada banyak pengusaha yang memundurkan lahan bangunannya.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)