Hari Kematian Munir Diusulkan Menjadi Hari Perlindungan Hak Asasi Manusia

Hari Kematian Munir Diusulkan Menjadi Hari Perlindungan Hak Asasi Manusia

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Komite Aksi dan Solidaritas untuk Munir (KASUM) telah mengusulkan bahwa tepat tanggal 7 September sebagai Hari Nasional Perlindungan HAM. Hari peringatan ini bukan khusus untuk para komunitas saja, melainkan bagi siapa saja yang merasa, pemberantasan kasus HAM di negeri ini.

“Perlindungan terhadap HAM bisa siapa saja. Karyawan, mahasiswa, bahkan penjual kelontong dapat pembela HAM. Ini adalah perjuangan mereka yang kita hargai,” kata Sekretaris Eksekutif KASUM, Choirul Anam.

Pada tanggal 7 September 2004, Munir Said Thalib, seorang pembela hak asasi manusia, diracun di pesawat dalam perjalanan ke Belanda. Salah satu pilot penerbangan Garuda Indonesia, Pollycarpus Budihari Priyanto terbukti bersalah oleh Mahkamah Agung karena meracuni Munir.

Sebelum hari ini, KASUM dan Sahabat Munir melakukan kunjungan ke kantor Tim Transisi. Dalam pertemuan singkat dengan wakil tim Andi Widjayanto, mereka meminta Jokowi untuk intensif menyelidiki kasus Munir untuk setidaknya satu tahun.

“Ya kami sempat bertemu dengan wakil tim transisi Jokwi-JK. Kami harap pemerintahan yang baru sigap dengan masalah penglanggaran HAM. Kami hanya minta keadilan tentu saja, tak lebih. Dan dalam satu tahun ini, kami harap kasus Munir bisa selesai,” ucap Anam.

Mereka meminta Jokowi untuk mendesak Mahkamah Agung untuk membuka novum atau bukti baru untuk judicial review. Anam percaya bahwa beberapa nama tetap dihukum untuk kejahatan ini, dan bahwa kasus tersebut masih jauh dari kata selesai.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: