Kisah Dibalik Tugu Cornelis Chastelein

 

Kisah Dibalik Tugu Cornelis Chastelein

HarianDepok.com – Berita , Beberapa waktu belakangan ini, di Depok ada fenomena menarik, karena ada ketegangan antara pemerintah kota dan warganya. Pemerintah Kota Depok melarang pembangunan monumen cornelis Chalestein terletak di Jalan Pemuda, Rumah Sakit Harapan.

Alasan tersebut hingga kini tidak jelas menurut Yayasa Lembaga Cornelis Chastelein Foundation (ILCC), yang merupakan komunitas yang bersedia berjuang untuk membangun sebuah monumen Cornelis.

Dikutip dari berbagai sumber, Chastelein adalah orang berkebangsaan Belanda yang datang ke Indonesia pada 1675 untuk bekerja pada VOC. Setelah bekerja selama 19 tahun, ia mengundurkan diri karena perbedaan pendapat dengan pemimpin baru dari VOC.

Setelah pensiun, ia membeli tanah di pinggiran Jakarta, yang kemudian dikenal sebagai kota Depok. Ia mempekerjakan 150 budak yang diimpor dari berbagai daerah.

Namun, para budak tersebut tidak diperlakukannia layaknya seorang budak. Sebelum menjelang kematiannya, ia menulis wasiat agar lahan yang telah dibelinya tersebut akan diberikan kepada budak.

Sosok Cornelis pun hingga saat ini masih banyak yang harus dipertimbangkan oleh Pemerintah Kota Depok karena berbagai alasan.

Salah satu staff administrator YLCC, Yano Jonathans mengakui ide membuat sebuah monumen yang sebenarnya direncanakan pada tahun 2002, dan didirikan pada awal Juni 2014, namun, sayangnya, bahkan dilarang berdiri oleh Pemerintah Kota Depok.

Jano mengatakan, di tengah pembangunan monumen, tiba-tiba petugas pemerintah kota Depok datang dan melarang pembangunan monument. Alasannya, mereka menganggap Cornelis Chastelein penjajah Belanda dan bukan pahlawan.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)